Minggu, 06 Juni 2010

MAKALAH SURAT AL MU'MINUN AYAT 12 – 15

M A K A L A H

PROSES PENCIPTAAN MANUSIA MENURUT

SURAT AL MU'MINUN AYAT 12 – 15

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mandiri Mata Kuliah

Pengantar Ilmu Al-Qur'an

Dosen : M. Aip Maftuh, S.Ag, M.Pd

Disusun Oleh:

NAMA : INA MARLINA

NIM : 0708681291

STAI PUTERA GALUH CIAMIS

Jalan Raya Banjar No. 141 Cijantung - Ciamis

2010
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Alloh SWT, atas rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul " Proses Penciptaan Manusia Menurut Surat Al Mu'minun Ayat 12 – 15 ", shalawat serta salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad saw.

Adapun penyusunan makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Al-Qur'an yang dibebankan kepada penulis selaku mahasiswa program S1 PGSD /MI STAI PUTERA GALUH CIAMIS.

Penulis menyadari penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu kritik serta saran yang membangun senantiasa penyusun harapkan guna perbaikan dimasa mendatang.

Pada kesempatan ini penyusun mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Yth. Bapak M. Aip Maftuh, S.Ag., M.Pd. selaku Dosen mata kuliah Pengantar Ilmu Al-Qur'an.

2. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.

Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini bemanfaat bagi penulis khususnya dan yang membaca makalah ini.

Ciamis, April 2010

Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Al-Qur'an adalah pedoman hidup bagi manusia serta merupakan sumber dari segala ilmu pengetahuan yang ada di dunia ini.

Membaca al Qur'an merupakan suatu ibadah. Tetapi alangkah lebih baik apabila isi kandungan al qur'an dapat kita kaji lebih dalam dengan mempelajari tafsir al qur'an.

Pada masa sekarang, dalam menyingkapkan berbagai persoalan kehidupan, harus disandarkan pada Al-Qur'an dan Hadis. Tetapi untuk memahaminya tentu saja dibutuhkan penafsiran yang tepat agar makna yang terkandung di dalamnya tidak melenceng. Untuk itu kita bisa merujuk pada kitab-kitab tafsir yang sudah diakui kebenarannya.

Tafsir al qur'an akan menjelaskan tentang berbagai hal, seperti tentang bagaimana proses penciptaan manusia.

Di dalam al-qur'an dijelaskan tentang proses penciptaan manusia. Proses penciptaan manusia kini telah di buktikan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Melalui tafsir al Qur'an kita dapat memahami proses penciptaan manusia sesuai dengan ayat-ayat al Qur'an dan dapat dibuktikan oleh ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini. Sehingga ada keterkaitan antara ayat al Quran dengan ilmu pengetahuan dalam hal proses penciptaan manusia.

Dari uraian diatas, penulis tertarik untuk menyusun makalah dengan mengambil judul:

"Proses Penciptaan Manusia Menurut Surat Al Mu'minun Ayat 12 – 15 ".

B. Tujuan

Adapun tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah

1. Agar kita dapat mengetahui proses penciptaan manusia menurut al Qur'an dan menurut ilmu pengetahuan dan teknologi.

2. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Al-Qur'an.

C. Manfaat

Berdasarkan tujuan di atas, maka penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi penulis khususnya, Dosen Pengantar Ilmu Al-Qur'an dan yang membaca makalah ini pada umumnya.


BAB II

PEMBAHASAN

A. Surat Al Mu'minun ayat 12 – 15

ôs)s9ur $oYø)n=yz z`»|¡SM}$# `ÏB 7's#»n=ß `ÏiB &ûüÏÛ ÇÊËÈ §NèO çm»oYù=yèy_ ZpxÿôÜçR Îû 9#ts% &ûüÅ3¨B ÇÊÌÈ ¢OèO $uZø)n=yz spxÿôÜZ9$# Zps)n=tæ $uZø)n=ysù sps)n=yèø9$# ZptóôÒãB $uZø)n=ysù sptóôÒßJø9$# $VJ»sàÏã $tRöq|¡s3sù zO»sàÏèø9$# $VJøtm: ¢OèO çm»tRù't±Sr& $¸)ù=yz tyz#uä 4 x8u$t7tFsù ª!$# ß`|¡ômr& tûüÉ)Î=»sƒø:$# ÇÊÍÈ §NèO /ä3¯RÎ) y÷èt/ y7Ï9ºsŒ tbqçFÍhyJs9 ÇÊÎÈ

"Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. (12)

Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).(13)

Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. kemudian Kami jadikan Dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.(14)

Kemudian, sesudah itu, Sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati.(15)"

B. Proses Penciptaan Manusia Menurut Al-Qur'an

Manusia adalah makhluk yang paling complicated diantara makhluk lainnya. Manusia terdiri dari jasad dan roh. Dalam Al-Quran disebutkan bahwa proses terjadinya manusia terdiri dari tujuh macam kejadian yaitu:

1. Dalam surat Ar-Rahmaan ayat 14.

šYn=y{ z`»|¡SM}$# `ÏB 9@»|Áù=|¹ Í$¤xÿø9$%x. ÇÊÍÈ

"Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar"

Kata @»|Áù=|¹ pada ayat ini artinya ialah tanah kering atau setengah kering, yakni zat tembikar (oksigen)

2. Masih dalam surat Ar-Rahmaan ayat 14.

$¤xÿø9$

Maksudnya ialah zat arang (carbonium).

3. Dalam surat Al-Hijr ayat 28

øŒÎ)ur tA$s% y7/u Ïps3Í´¯»n=yJù=Ï9 ÎoTÎ) 7,Î=»yz #\t±o0 `ÏiB 9@»|Áù=|¹ ô`ÏiB :*yJym 5bqãZó¡¨B ÇËÑÈ

"Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: Sesungguhnya aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk"

*yJym

Artinya zat lemas (nitrogenium).


4. Dalam surat As Sajdah ayat 7

üÏ%©!$# z`|¡ômr& ¨@ä. >äóÓx« ¼çms)n=yz ( r&yt/ur t,ù=yz Ç`»|¡SM}$# `ÏB &ûüÏÛ ÇÐÈ

"Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah".

Pada ayat ini ûüÏÛ (tanah) artinya adalah atom zat air (hidrogenium).

5. Dalam surat As Shaffaat ayat 11

öNÍkÉJøÿtFó$$sù ôMèdr& x©r& $¸)ù=yz Pr& ô`¨B !$uZø)n=yz 4 $¯RÎ) Nßg»oYø)n=s{ `ÏiB &ûüÏÛ ¥>Ξw ÇÊÊÈ

"Maka Tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekah): "Apakah mereka yang lebih kukuh kejadiannya ataukah apa yang telah Kami ciptakan itu?" Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat".

Pada ayat ini ada kata >Ξw (tanah liat) adalah zat besi ferum.

6. Dalam surat Ali Imran ayat 59

žcÎ) Ÿ@sVtB 4Ó|¤ŠÏã yZÏã «!$# È@sVyJx. tPyŠ#uä ( ¼çms)n=yz `ÏB 5>#tè? ¢OèO tA$s% ¼çms9 `ä. ãbqä3usù ÇÎÒÈ

"Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), Maka jadilah Dia".

>#tè? (tanah) pada ayat ini adalah unsur-unsur zat asli, yang terdapat di dalam tanah yang dinamai zat-zat anorganis.


7. Surat Al Hijr ayat 28

øŒÎ)ur tA$s% y7/u Ïps3Í´¯»n=yJù=Ï9 ÎoTÎ) 7,Î=»yz #\t±o0 `ÏiB 9@»|Áù=|¹ ô`ÏiB :*yJym 5bqãZó¡¨B ÇËÑÈ

"Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk".

Dari ayat-ayat di atas allah menunjukan secara umum proses kejadiannya nabi adam A.S sehingga membentuk manusia, lalu ditiupkan kepadanya ( jasad Nabi Adam A.S) sehingga menjadi manusia yang bernyawa. (bertubuh jasmani dan rohani ) sebagaimana yang disebutkan pada ayat keenam tentang kata >#tè? (tanah = zat-zat asli yang terdapat di dalam tanah/ zat anorganis). Zat anorganis itu baru terjadi setelah melalui proses persenyawaan antara carbonium zat arang dengan @»|Áù=|¹ (oksigen/ zat pembakar) dan *yJym (nitrogenium/zat lemas) dan ûüÏÛ (hidrogenium/zat air). kemudian bersenyawa dengan zat besi (ferum), yodium, kalium, silicium dan mangaan, yang disebut sebagai >Ξw (zat anorganis).

Dalam surat As Shaffaat ayat 11 dalam proses persenyawaan tersebut, lalu terbentuklah zat yang dinamai protein. Zat inilah yang disebut >#tè? (zat-zat anorganis).

Dalam surat Ali Imran ayat 59, salah satu zat-zat anorganis yang dipandang penting ialah zat kalium, yang banyak terdapat pada jaringan tubuh dan sangat istimewa di dalam otot-otot. Zat kalium ini dipandang penting karena mempunyai aktivitas dalam proses hayati, yakni dalam pembentukan badan halus.

Berlangsungnya proses proteinisasi menjelmakan proses pergantian yang disebut substitusi. Setelah selesai mengalami proses substitusi, lalu menggempurlah elektron-elektron sinar cosmis yang mewujudkan sebab pembentukan (formasi), dinamai juga sebab ujud (causa formatis).

Sinar cosmis ialah suatu sinar yang mempunyai kemampuan untuk merubah sifat-sifat zat yang berasal dari tanah. Maka dengan mudah sinar cosmis dapat mewujudkan pembentukan tubuh manusia (adam) berupa badan kasar (jasmaniah), yang terdiri dari badan, kepala, tangan, mata, telinga, hidung dan seterusnya.

C. Proses Penciptaan Manusia Menurut Islam dan IPTEK

Penciptaan manusia dan aspek-aspeknya ditegaskan dalam ayat-ayat al-quran. Beberapa ayat tersebut menjelaskan sebagai berikut:

1). Manusia tidak diciptakan dari mani yang lengkap, tetapi dari sebagian kecilnya (spermazoa). Seperti yang terdapat pada Surat Al Qiyamah ayat 36 – 37.

Ü=|¡øtsr& ß`»|¡RM}$# br& x8uŽøIム´ß ÇÌÏÈ óOs9r& à7tƒ ZpxÿôÜçR `ÏiB %cÓÍ_¨B 4Óo_ôJムÇÌÐÈ

" Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)?

Bukankah Dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim)"

2). Sel kelamin laki-lakilah yang menentukan jenis kelamin bayi.

3). Janin manusia melekat pada rahim ibu seperti lintah.

4). Manusia berkembang ditiga kawasan yang gelap di dalam rahim.

Ketika sperma dari laki-laki bergabung dengan sel telur wanita, maka terbentuklah sebuah sel tunggal, sel tunggal yang dikenal sebagai zigot, yang akan berkembang menjadi segumpal daging.

Di dalam rahim ibu segumpal daging tersebut tumbuh dengan mula-mula terbentuknya tulang dan selanjutnya terbentuklah otot yang membungkus tulang-tulang ini.

¢OèO $uZø)n=yz spxÿôÜZ9$# Zps)n=tæ $uZø)n=ysù sps)n=yèø9$# ZptóôÒãB $uZø)n=ysù sptóôÒßJø9$# $VJ»sàÏã $tRöq|¡s3sù zO»sàÏèø9$# $VJøtm: ¢OèO çm»tRù't±Sr& $¸)ù=yz tyz#uä 4 x8u$t7tFsù ª!$# ß`|¡ômr& tûüÉ)Î=»sƒø:$# ÇÊÍÈ

"Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. kemudian Kami jadikan Dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik."

D. Tahapan Bayi Dalam Rahim

Dalam al-qur'an dipaparkan bahwa manusia diciptakan melalui tiga tahapan dalam rahim ibunya. Tahapan tersebut yaitu :

1) Tahap pre-embrionik

2) Tahap embrionik

3) Tahap fetus


E. Penentuan Jenis Kelamin

Yang menentukan jenis kelamin bayi adalah sel-sel sperma dari tubuh pria, dan wanita tidak berperan dalam proses penentuan jenis kelamin ini. Jenis kelamin bayi ditentukan oleh jenis kromosom mana dari pria yang bergabung dengan sel telur wanita.


BAB III

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan pembahasan tentang surat Al Mu'minun ayat 12 – 15 , penulis menyimpulkan:

1. Manusia diciptakan Allah dari tanah.

2. Manusia diciptakan melalui tiga tahapan dalam rahim ibunya.

3. Manusia tidak diciptakan dari mani yang lengkap

B. Saran

Karena manusia diciptakan oleh Allah dari tanah, maka manusia sepatutnya selalu bertaqwa kepada Allah SWT. dan manusia hendaknya tidak berlaku sombong karena manusia hanya diciptakan dari air yang hina yaitu air mani.


DAFTAR PUSTAKA

www.id answers.yahoo.com

www.shief.wordpress.com

www.alhayaat.wordpress.com


DAFTAR ISI

HALAMAN

KATA PENGANTAR ...................................................................................... i

DAFTAR ISI ..................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1

A. Latar Belakang Masalah ............................................................. 1

B. Tujuan ........................................................................................ 2

C. Manfaat ...................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN ............................................................................... 3

A. Surat Al Mu'minun Ayat 12-15 ................................................... 3

B. Proses Penciptaan Manusia Menurut Al Qur'an............................ 4

C. Proses Penciptaan Manusia Menurut Islam Dan Iptek ................ 7

D. Tahapan Bayi Dalam Rahim......................................................... 8

E. Penentuan Jenis Kelamin.............................................................. 9

BAB III SIMPULAN DAN SARAN............................................................. 10

A. Simpulan....................................................................................... 10

B. Saran ............................................................................................ 10

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 11

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar